Saturday, January 31, 2026

Bahasa Menyapa, Karya Berbicara , Swastamita dan Eunoia Raih Cahaya


Bahasa adalah jantung kebudayaan, denyut kehidupan yang mengalir di antara pikiran dan perasaan manusia. Ia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga ruang ekspresi, sumber identitas, dan jembatan peradaban. Dalam bahasa, kita menemukan cara bangsa berpikir, cara generasi menuturkan nilai, dan cara manusia menanamkan makna pada dunia.

Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, menjaga bahasa Indonesia bukanlah hal mudah. Diperlukan kesadaran, kepedulian, dan cinta yang tulus agar bahasa tetap hidup dan bermakna di hati generasi muda.
Kesadaran inilah yang tumbuh dan mengakar kuat di lingkungan SMK IT YP IPPI Petojo, sekolah yang tak hanya mendidik kecerdasan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, literasi, dan karakter.

Dalam semangat itu, para siswa menyalakan obor kreativitasnya di ajang Festival Literasi dan Sastra Nasional 2024 — sebuah perhelatan yang mempertemukan pelajar, guru, dan pegiat bahasa dari berbagai penjuru negeri. Festival ini bukan sekadar lomba, melainkan panggung apresiasi bagi mereka yang ingin meneguhkan peran bahasa sebagai pilar budaya bangsa.

Salah satu mata lomba yang bergengsi adalah Krida Wajah Bahasa Ruang Publik Sekolah, kegiatan yang menantang peserta untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang literasi visual yang mendidik dan menginspirasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak menata, mendesain, dan menampilkan wajah bahasa di berbagai sudut sekolah — menjadikannya cermin dari karakter, sopan santun, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

Dari sekolah tercinta SMK IT YP IPPI Petojo, lahirlah dua tim luar biasa yang membawa semangat ini ke tingkat nasional: Tim Swastamita dan Tim Eunoia.
Keduanya hadir dengan gagasan segar, karya yang mendalam, dan pesan moral yang kuat.

Tim Swastamita, dengan komposisi siswa penuh semangat dan kreativitas tinggi, berhasil meraih Juara Terbaik 1.
Mereka menata wajah bahasa sekolah dengan konsep yang harmonis — memadukan seni visual, pesan moral, dan tata bahasa yang mencerminkan nilai kesantunan. Setiap sudut karya mereka berbicara tentang cinta, kedisiplinan, dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia. Karya ini menjadi contoh nyata bagaimana ruang publik dapat menjadi ruang belajar yang hidup, tempat bahasa mengalir dalam keseharian siswa.

Tim Eunoia pun tampil tak kalah memukau dengan ide yang elegan dan penuh makna. Berkat dedikasi dan kekompakan mereka, tim ini berhasil meraih Juara Terbaik 3🥉.
Melalui karyanya, Eunoia menghadirkan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga kesantunan berbahasa di era digital. Mereka menampilkan visual yang tidak hanya estetis, tetapi juga mendidik — mengingatkan setiap warga sekolah bahwa bahasa yang baik mencerminkan kepribadian yang bijak.

Kedua tim ini menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan; tidak hanya ditulis, tetapi juga dihidupkan.
Mereka telah membuktikan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari kolaborasi, bahwa semangat literasi bisa hadir dari ruang-ruang kecil di sekolah yang diisi dengan makna dan cinta terhadap budaya bangsa.

Namun di balik prestasi gemilang ini, tersimpan perjalanan panjang yang tak ringan.
Berhari-hari mereka berdiskusi, menulis, menata, mendesain, dan berlatih tanpa lelah. Setiap ide dikembangkan dengan teliti, setiap kata dipilih dengan hati, setiap elemen visual dirancang untuk menyampaikan pesan yang utuh dan berkarakter.
Guru pembimbing pun berperan besar dalam menuntun dan membimbing proses kreatif ini — tidak sekadar memberikan arahan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur bahwa setiap karya adalah cerminan jiwa dan semangat kebangsaan.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan yang tidak ternilai bagi seluruh keluarga besar SMK IT YP IPPI Petojo.
Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi sekolah ini tidak hanya unggul dalam bidang teknologi dan kejuruan, tetapi juga memiliki kepekaan linguistik, estetika, dan moral. Mereka adalah generasi muda yang berani berpikir, berkarya, dan berbicara dengan keindahan bahasa yang menumbuhkan kebaikan.

Lebih dari sekadar piala, kemenangan ini adalah simbol harapan. Harapan bahwa bahasa Indonesia akan terus tumbuh sebagai bahasa yang hidup, relevan, dan dihargai oleh anak-anak negeri. Harapan bahwa sekolah menjadi tempat di mana literasi tak hanya diajarkan, tetapi juga dirayakan.

Keluarga besar SMK IT YP IPPI Petojo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Tim Swastamita dan Tim Eunoia atas semangat, kerja keras, dan dedikasi yang luar biasa.
Terima kasih juga kepada para pembimbing, pendidik, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka hingga mengukir prestasi nasional.

Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia, menulis kisah baru dengan semangat literasi, serta terus berkarya dengan jiwa yang berbudaya.
Sebab dalam setiap kata, tersimpan kekuatan. Dalam setiap kalimat, terpatri nilai. Dan dalam setiap karya, terpancar jati diri bangsa.

Super Admin

Admin Petojo SMK

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by Super Admin
  • Aug 11, 2025
MIKROTIK